Friday, January 31, 2014

5 Teknik Menulis Cepat

BT-5Writerpreneur selalu terkait dengan tenggat dan seberapa cepat ia menulis untuk memenuhi tenggat (deadline) itu. Lalu, ada pertanyaan yang dilontarkan kepada Anda: Seberapa cepat Anda menulis?
Saya menggunakan hitungan per jam untuk per halaman naskah yang terdiri atas 300 kata (1,5 spasi). Saya menetapkan minimum kecepatan untuk naskah standar (bukan dari golongan sains dan dipenuhi banyak tabel/grafik) adalah 2 halaman per jam atau kecepatan 600 kata per jam.
Boleh jadi hitungan tersebut masih terkesan lamban. Coba kita hitung jam kerja seorang penulis lepas misalnya 8 jam kerja. Artinya, produktivitas yang dihasilkannya per hari menggunakan hitungan saya adalah 16 halaman. Jadi, sebuah buku setebal 160 halaman dapat diselesaikan hanya 10 hari! Di sini terlihat betapa cepatnya seorang penulis terlatih itu.
Baiklah, sebelum sampai soal berapa halaman atau berapa kata yang harus Anda lampaui untuk menulis, saya memberikan rumus C.E.P.A.T ini.

CATAT Ide. Kecepatan menulis Anda sangat ditentukan dari penentuan topik. Karena itu, ide yang tiba-tiba tertangkap harus segera dicatat, bisa dalam bentuk judul folder dan 1-2 kalimat deskripsi ide tersebut. Kalau dalam penulisan buku, saya mewujudkannya dalam bentuk matriks outline.

EKSPLORASI dengan Data dan Fakta. Kumpulkan data dan fakta yang mendukung tulisan Anda. Jangan terlalu mengandalkan Google untuk mencari data dan fakta, tapi gunakan juga buku-buku serta media massa seperti koran. Kecepatan menulis Anda akan berkurang, bahkan sangat mungkin mandek ketika bahan tidak tersedia dengan cukup. Langsung masukkan data dan fakta yang Anda perlukan ke dalam tulisan, jangan mencatatnya terlebih dahulu.

POLAKAN Tulisan dengan outline “maya” dalam benak Anda atau outline tertulis dalam bentuk mind map atau matriks. Pola ini juga akan menuntun Anda menentukan sudut pandang penulisan dan dengan apa memulai tulisan. Langkah penulisan paragraf pertama akan sangat menentukan aliran paragraf selanjutnya.

ABAIKAN Gangguan. Ini paling penting untuk menutup akses Anda ke “dunia luar” agar Anda fokus menyelesaikan tulisan. Tutuplah akun media sosial Anda. Jika perlu, matikan juga ponsel Anda yang “gemar berdering”, termasuk BBM.

TANCAP Gas dengan cara tidak berhenti sebelum penulisan selesai dan tidak pula melakukan editing sambil menulis. Muntahkan saja kata-kata yang Anda miliki dan cerita yang hendak Anda bangun dari sebuah tulisan.

©2014 oleh Bambang Trim

Apa yang kau cari?


Mutiara Hati
"APA Yang Kau Cari...??? "


Sudah di gunung, pantai kau rindukan
Tiba di pantai, gunung yang kau inginkan
Saat kemarau, kau tanya kapan hujan
Diberi hujan, kemarau kau tanyakan

Sudah tenang di rumah, pengin pergi
Begitu pergi, kau ingin ke rumah kembali
Sudah dapat ketenangan, keramaian kau cari
Keramaian kau temukan, ketenangan kau rindui

Apa yang sebenarnya yang kau cari?
Belum berkeluarga mncari istri/suami
Sudah berkeluarga, ngeluh anak belum diberi
Dapat anak, ngeluh lagi kurang rejeki
………………………….
Ternyata sesuatu tampak indah karena belum kita miliki

Kapankah kebahagiaan akan didapatkan?
Kalau yang belum ada selalu kita pikirkan..
Sedang Yang sudah diberi Allah kita abaikan?
Bukankah telah banyak yang kau dapatkan?

Jadilah pribadi yang SELALU BERSYUKUR
Karena kesyukuran akan membuatmu subur

Mungkinkah selembar daun bisa menutup bumi
Sedang kau tak bisa menutup telapak tangan sendiri
Tetapi saat selembar daun kecil menempel di mata
Maka bumi yang luas seperti tertutup semua

Begitu juga bila hatimu ditutupi keburukan
Seolah-olah yang tak cocok denganmu selalu kejelekan
Seluruh bumi seolah tak ada kebaikan
Padahal letaknya cuma hatimu yang ketutupan

Jangan tutup matamu dengan daun kecil
Jangan tutup hatimu dengan kotoran secuil
Syukuri nikmat Allah, meski kelihatan mungil
Terus istiqomah dengan sunnah maka kelak kau berhasil

Bila buruk hatimu, buruk pula akhlaqmu
Bila tertutup hatimu, tertutuplah segala sesuatu
Syukurilah semua apa yang ada padamu
Dari situ engkau memuliakan dirimu
Belajarlah berterimakasih kepada Allah Ta’ala
Sebagai modal untuk meMULIAkan-NYA.
Karena hidup adalah: "WAKTU yang dipinjamkan
Dan harta adalah: "ANUGERAH yang dipercayakan"

Semoga bermanfaat


Tuesday, January 28, 2014

Promo Awal Tahun Diskon >>40% Dari Toko Buku Online ParcelBuku.Net

Awal tahun 2014 ada Promo Awal Tahun Diskon >>40% Dari Toko Buku Online ParcelBuku.Net. Anda dapat membeli buku-buku baru dengan diskon 40%, Wow banget kan. Tidak repot dan harus keluar rumah atau kantor. Cukup dengan membuka website toko buku online parcelbuku.net saja.

Untuk kali ini, terdapat ratusan judul buku dari penerbit Mizan dan imprintnya. Jangan lewatkan dan dapatkun buku-buku berkualitas di event Promo Awal Tahun Diskon 40% dari toko buku online parcelbuku.net sekarang juga.

Parcelbuku.net adalah toko buku online yang telah memiliki ratusan member dari seluruh Indonesia. Buku-buku dari penerbit Mizan, Gramedia, Ufuk Press, Prima Ufuk, Agromedia, Serambi, dll bisa didapatkan melalui akses ke website toko buku online parcelbuku.net

untuk info lebih lanjut silahkan: KLIK DISINI

http://www.parcelbuku.net

Tuesday, January 14, 2014

Kesedihan Saat Ajal Beo Tiba


Sebuah pesantren di daerah jawa tengah memberikan cerita hikmah untuk kita semua. Ceritanya dimulai bertahun-tahun lalu saat pengurus pesantren tersebut tepatnya pemilik pondokan (sebutan sebuah pesantren) memelihara se-ekor burung Burung Beo. Beo merupakan jenis burung yang paling cerdas menirukan suara-suara manusia selain burung kakak tua. Bertahun-tahun kiayi mengajarkan sebuah kalimat kepada Beo itu. Kalimat yang sering kita baca dalam sholat. Kalimat Tauhid, ”Laillahaillallah Muhammadarrasulullah” terus diajarkan kepada Beo. Hingga begitu lancarnya di lafadzkan oleh burung Beo. 


Selama beberapa lama pondokan diramaikan kalimat tauhid di ucapkan si Burung Beo. Memberikan suasana dzikir para santri semakin berwarna. Ada kebanggaaan sendiri melihat seekor burung bersuara kalimat tauhid.

Tahun berganti tahun. Suatu pagi kiayi memberikan makan seperti biasa untuk Beo kebanggaan itu. Ada yang aneh dari Beo yang tak seperti biasanya. Lincah, berputar-putar 360 derajat, makan minum dan mengucapkan kalimat tuhid. Kali ini Beo begitu lunlai. Diperhatikannya Beo oleh Pak Kiayi yang semain lama semakin menunduk. Tak berapa lama Beo terjatuh dari tenggerannya. ”Plak”. Burung beo terjatuh di dasar sangkar luas itu. Konstan kiayi sedih dan menangis. Sejak saat itu beliau selalu menangis, bahkan saat mengajar. Hingga beberapa hari tak reda sedihnya. Hal ini membuat santri khawatir akan kondisi Pak Kiayi. Suatu hari seluruh santri berkumpul untuk membicarakan solusi agar Kiayi tidak lagi bersedih. Mereka sepakat untuk mengumpulkan sebagian uang jajan untuk membelikan se-ekor Beo untuk Pak Kiayi. Mereka benar-benar mengira kesedihan Pak Kiayi disebabkan matinya beo terdahulu yang sangat di banggakan oleh seluruh seantero pondokan.

Pada suatu pagi seusai sholat subuh berjamaah sebelum kuliah subuh. Perwakilan salah satu santri memberanikan diri untuk berbicara mengutarakan rencana santri se pondokan yang akan mengganti beo yang meninggal dan memberikan uang yang telah terkumpul dan dikira cukup membeli seeokr Beo.

Santri: Assalamu’alaykum Wr Wb, Afwan Kiayi ana mohon izin berbicara sebelum kuliah subuh dimualai

Kiayi: Silahkan, apa yang akan kau sampaikan?

Santri: Kemarin kami semua berkumpul dan bermusyawarah bagaiamana mencari solusi agar Kiayi tak bersedih lagi karena beo yang telah mati. Kita bisa menggantinya insyaAllah.

Kiayi : Alhamdulillah, hari ini saya melihat persaudaraan antar santri yang semakin erat. Walaupun kalian dari berbagai suku tetapi dapat disatukan menjadi saudara dengan balutan Iman kepada Allah. Tidak ada lagi sekat lagi karena golongan darah atau saudara sedarah. Kalian telah menunjukkan persaudaraan kalian didasarkan karena cinta Pada Allah. Subhanallah. Jaga itu.

Santri: ????

Santri semakin bingung. Kiayi meneruskan ceritanya kenapa dia bersedih.

Kiayi : Kalian tahu kenapa aku bersedih. Kalian menyaksikan aku mengajarkan kalimat Tauhid (Laillahaillallah....)kepada Beo itu bertahun-tahun dan dia lancar mengucapkannya selama beberapa tahun juga. Tahukah yang sangat membuat sedih hingga kini? Aku sedih karena burung Beo yang telah kuajarkan kalimat tadi ternyata ketika sakaratul maut hanya berbunyi, “Kheeeeek”. Ya itu saja yang di suarakan beo itu. Padahal aku mengajarkannya bertahun-tahun mengucapkan kalimat tauhid. Inilah yang membuat aku bersedih dan melakukan instropeksi diri. Apakah nanti di penghujung sakaratul maut aku juga akan seperti Beo itu. Padahal aku selalu mengajarkan kalimat Tauhid dan selalu ber ibadah. Hari ini aku berpesan kepada kalian semua untuk terus meningkatkan ibadah kita secara sungguh-sungguh. Dan jangan ada penyakit dalam hati kita.

Serentak Pondokan hening. Seluruhnya menunduk dan menangis tersedu. Beberapa santri berpelukkan dan saling meminta maaf kepada saudara lainnya. Dalam konsisi seperti ini ada satu pertanyaan, “Bagaimana dengan kita semua?”......Malam ganjil, 25 Ramadhan 1429 H.