Bagaimana Mengemas Daging Qurban yang Baik?



Pada saat Hari Raya Ied Qurban, tidak sedikit masyarakat yang belum memperhatikan kemasan bagi daging hewan qurban hasil penyembelihan.
Lalu mengapa masalah kemasan daging hewan qurban perlu diperhatikan? Perlu diketahui bahwasanya kemasan mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap kebersihan/hygenitas dan kesehatan manusia.
Diantara kebiasaan yang masih sering ditemukan dilapangan pada saat pemantauan penyelenggaraan penyembelihan hewan qurban adalah :
- Menggunakan kantong pembungkus/kemasan/kresek berwarna selain warna putih
- Menyetukan daging dengan jeroan dalam satu kantung
Mengapa tidak boleh menggunakan kantong pembungkus/kemasan/kresek berwarna selain putih ?
Kantong kresek hitam mengandung zat aditif yang bersifat karsinogenik (dapat memicu timbulnya kanker) yang tentunya sangat berbahaya bagi kesehatan manusia. Zat-zat tersebut antara lain adalah :
Ester ftalat
Ester adipat (DEHA) yang mengandung zat kimia pelentur atau plasticizer.
- Zat pewarna berupa senyawa krom (Cr), dan TiO2 (titan diokside)
- Zat stabilizer seperti Plumbum (Pb), Cd (Cadmium), Zn (Zeng), Sn (CH3)3 dan ESBO.
- Anti oksidan (BHT, DLTDP, Tris (2-4-ditert-butil fenil) fosfat ester
- Anti blok seperti gliserol stearat, SiO2, katalis (Sb2O3)
- Antistatic berupa BEA
- Hasil degradasi plastik berupa formaldehide dari urea formaldehide dan melamine formaldehide


Bahan-bahan diatas dalam keadaan tertentu dapat lepas, terurai dan menempel/terserap kedalam makanan, terutama yang mengandung alkohol atau berminyak/berlemak seperti halnya daging hewan qurban. Oleh karenanya disinilah titik kritis dari bahaya kemasan plastik berwarna hitam yang jika daging hewan sudah terkontaminasi dan terpapar zat berbahaya kemudian dikonsumsi, maka dapat menyebabkan gangguan kesehatan.
Belum lagi menurut BPOM, sebagian besar kantong kresek merupakan produk daur ulang. Selain itu pengguna tidak akan tahu jika bahan pembuat kantong kresek hitam tersebut sebelumnya telah digunakan sebagai pembungkus benda-benda yang berbahaya seperti; pestisida, limbah rumah kimia, kotoran hewan tau limbah logam berat. Proses daur ulangnya sendiripun juga diketahui menggunakan berbagai bahan kimia yang berbahaya bagi kesehatan manusia.
Mengapa tidak boleh menyatukan daging sapi dengan jeroan dalam satu kantung/pembungkus ?

Jeroan adalah bagian dari organ dalam hewan ternak yang berfungsi untuk melangsungkan proses pencernaan, yang didalamnya juga terkandung sejumlah bakteri, termasuk bakteri yang dapat merugikan bagi kesehatan manusia.
Pada proses penyembelihan yang benar, setelah bagian organ pencernaan dikeluarkan dari dalam rongga perut ternak, jeroan sesegera mungkin dibawa ketempat terpisah agar tidak mencemari bagian karkas. Kemudian bagian jeroan seperti hatin jantung dan paru di pisahkan dengan bagian organ pencernaan untuk kemudian dilakukan pemeriksaan post-mortem untuk memastikan kesehatan dan kelayakan dari daging hasil sembelihan. Oleh karenanyalah mengapa daging dan jerohan tidak boleh disatukan karena sangat dikhawatirkan jika bagian jeroan terkena penyakit pathogen maka akan dapat meng-kontaminasi kedalam daging.

Oleh : Adi J. Guswantoro, S.Pt
Diolah dengan penyesuaian dari :
- http://duniasapi.com/id/component/content/article/45-bahan-baku/2393-bagaimana-cara-mengemas-daging-sapi-kurban-yang-baik-dan-benar-.html
- http://www.pdpersi.co.id/content/search.php?qsearch=plastik
- http://diditrizali.blogspot.com/2010/11/kantong-plastik-untuk-daging-kurban.html

Sumber: http://pertanian.slemankab.go.id/index.php?option=com_content&view=article&id=521:bagaimana-mengemas-daging-qurban-yang-baik&catid=79:berita&Itemid=135

Popular posts from this blog

Novel Terbaru Tere Liye Hujan Terbit Januari 2016

Novel Terbaru Andrea Hirata ( Ayah )

Inilah cara menghadapi istri yg cerewet dan pemarah ala umar bin khottob