Menteri Luar Negeri Indonesia Marty Natalegawa Prihatin Dengan Vonis Mati Oposisi Mesir



channelberita.com -Vonis mati yang dikeluarkan oleh hakim di Mesir membuat Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Marty Natalegawa Prihatin. Tak tanggung-tanggung Hakim di Negeri Piramida memutuskan 683 Anggota Partai FJP atau Anggota Ikhwanul Muslimin yang presidennya Muhammad Mursi di Kudeta oleh As-Sisi.

Sejak Kudeta yang dilakukan oleh militer mesir, anggota FJP demo damai besar-besaran menuntut dikembalikan legitimasi Mursi. Namun disambut oleh pembubaran paksa dan timah panas oleh militer Mesir. Korban Ribuan Meninggal dan ribuan anggota FJP dan Sipil yang berdemo tidak terkecuali ditangkap dan diadili. Hasilnya 683 warga mesir akan di hukum mati.

Menlu Marty selaku Menteri Luar Negeri menyatakan prihatin atas keputusan hakim di Mesir, yang memvonis mati 683 pendukung gerakan Ikhwanul Muslimin. Keputusan ini dikeluarkan Senin kemarin dan merupakan yang kedua setelah putusan pertama pada Maret lalu, yang memvonis mati 529 pendukung gerakan Ikhwanul Muslimin.

“Sebagai negara sahabat dan sebagai negara berpenduduk muslim terbesar di dunia, Indonesia tentu mengikuti perkembangan situasi di Mesir. Secara dekat dan bahkan dengan rasa keprihatinan,” lanjut Marty.

Indonesia berharap proses penegakan hukum di Negeri Piramida itu tetap bertumpu pada tata nilai dan kaidah-kaidah yang bersifat universal. Termasuk menghormati azas praduga tidak bersalah dan pemenuhan hak-hak terdakwa dalam proses pengadilan.

Marty berharap proses demokratisasi di mesir tetap bertumpu pada semangat rekonsiliasi dan bersifat inklusif.

“Kami juga mengharapkan agar proses itu berjalan damai tanpa kekerasan,” ujarnya. Menlu percaya Pemerintah Mesir dapat mengatasi persoalan ini dengan baik. “Berdasarkan kepentingan dan aspirasi bangsa Mesir sendiri.” proses demokratisasi di mesir tetap bertumpu pada semangat rekonsiliasi dan bersifat inklusif.

Pengadilan Mesir juga menjatuhkan hukuman mati bagi pemimpin tertinggi Ikhwanul Muslimin atau Partai FJP, Mohamed Badie, dan kepada 682 pendukungnya. Menurut beberapa kalangan di Mesir, putusan hukuman mati untuk Badie dapat dipastikan memicu ketegangan baru di Mesir yang telah porak poranda tersebut.( YSChannelberita)

Popular posts from this blog

Novel Terbaru Tere Liye Hujan Terbit Januari 2016

Novel Terbaru Andrea Hirata ( Ayah )

Inilah cara menghadapi istri yg cerewet dan pemarah ala umar bin khottob