[Lanjutan Mendaki Bersama Lebih Menguatkan] BENING EMBUN ITU...

Pagi hening menambah dingin. seluruh isi tenda meringkuk dalam tebalnya belutan sleeping bag. ”Mendaki bersama lebih menguatkan”. Telinga ini begitu lembut mendengar sebuah kata, ah tidak sebuah, tapi banyak kata berbisik halus, ”Maukah kubantu sahabat. Kulihat kau kelelahan menggendong tas ransel besarmu”. Aku hanya tersenyum. Dalam lubuk hati kukatakan pada rongganya, ”Aku semakin kuat kini”.

Terang mulai menerpa belantara savana. Kugapai tubuh disebuah batu besar. Kualihkan pandangan pada luas alam. Bunyian jangkring masih terdengar. Kabut tebal masih naik turun. Menyentuh kulit hingga menusuk tulang ini. Kuhirup dalam-dalam. ”Pasti asap polusi dalam tubuh tergantikan dengan segar udara ini. Kupejamkan mata sambil terus menghirup sedalam-dalamnya bahkan sebanyak-banyaknya. Agar aku memiliki persedian udara segar bila menghadapi udara kotor di kota nanti ketika kembali.

Mataku mulai terbuka. Tak sadar sebuah rumput tinggi nan hijau dihadapanku. Kuperhatikan tetesan embun bening. Berdiam sejenak dipucuknya lalu turun teratur melewati seluruh daunnya. Hijau ini pasti dari sana. Bening Embun itu membuatnya Sangat Hijau. Ya Bening Embun itu. Setiap pagi pasti rumput itu dapatkan. Dalam hatiku berkata, ”Semoga masih ada bening embun dalam hatiku. Yang terus menerus membersihkan hati ini”. –amin-

--------------------------------------
Artikel adalah original buatan saya, karena Multiply akan menghapus feature BLOG
maka saya pindahan content Blog Multiply saya ke Blogspot ini.

Source: http://ya2nya2n.multiply.com

Popular posts from this blog

Novel Terbaru Tere Liye Hujan Terbit Januari 2016

Novel Terbaru Andrea Hirata ( Ayah )

Manfaat Kayu Manis Bagi Penderita Diabetes