PAGI DI AWAL TAHUN 2008

Hmm…pagi ini seperti biasa mata terbangun dari tidur. 
Lepas dari bala langit hitam. Ah, Alhamdulillah udara masih sejuk.
Kubuka pintu depan kamar. Kebiasaanku, kuambil 
buku ku bawa keluar rumah. 
Motor grand 93-an menemaniku duduk bersandar diatasnya.
Kupegang erat buku itu. Terbuka halaman-demi halaman 
dan terbanglah imajinasiku ke alam alur sejuta cerita 
buku tersebut. 
 
Jalan masih sepi bahkan langit masih gelap, 
matahari muncul 3 jam lagi. 
Yang kulihat seorang pemudi tetanggaku menyalakan 
lampu kamarnya yang dapat kulihat dari 
teras rumah yang tingginya hanya 1,5 meter itu.
Sebentar kemudian, terdengar lantunan ayat-ayat Allah 
walau agak terbata halus dan pelan. 
Pemudi berusia 18 tahun. Di pagi 3 jam sebelum terang.
 
 
Alhamdulillah, pagi ini imajinasiku terbang 
dengan buku dan sandaran diatas motorku ditemani 
alunan bahasa indah. 
Ah...semakin bermakna saja pagi ini. 
Sejumput pertengahan buku, 
kututup dan tak mau pagi ini terlewat begitu saja. 
Aku pun ingin bertemu dengan si Empu Malam. 
Berbisik mesra. Mengungkap Syukur Hari kemarin. 
Dan memohon untuk esok hari. 
Kumasukkan buku ke lemarinya tempatnya tertidur 
sebelum kuambil dan kubaca kembali. 
Ah bukuku kau hidup bila di buka si pemilik 
dan si pembaca. Bila tak di buka kau tak lebih 
benda mati. Dibarisan rapih buku lainnya.
Pagi ini menjadi lebih indah, 
sahutan ayat-ayat cinta Allah untuk hambanya 
mengalun dari dua pemuda. 
Di pagi hari menjelang matahari terbit 3 jam lagi. 
Indahnya apabila semua tetanggaku membalas 
bacaan surat cinta Allah untuk Manusia 
saling bersahutan. 
Semoga Pagi Hari Awal Tahun 2008 
akan menjadi keindahan saling 
bersahutan ayat-ayat cinta Allah SWT 
untuk hambanya selalu terdengar.
 
- rumah ide -
– sebuah hikmah -
- al iyan – 14.00 – 31 Des 2007 -
 
--------------------------------------
Artikel adalah original buatan saya, karena Multiply akan menghapus feature BLOG
maka saya pindahan content Blog saya ke Blogspot ini.

Source: http://ya2nya2n.multiply.com
 
Add caption
 
 

Popular posts from this blog

Novel Terbaru Tere Liye Hujan Terbit Januari 2016

Novel Terbaru Andrea Hirata ( Ayah )

Inilah cara menghadapi istri yg cerewet dan pemarah ala umar bin khottob