Segalanya Memang Telah Berubah

Satu buah SMS masuk kedalam HP milikku. Kukira SMS seperti biasanya. Tadinya kuduga isi sms tersebut kalau tidak tentang pekerjaan atau dari keluarga. Tetapi sms nya sangat berbeda. Dari seorang kawan di kampus dulu. Isinya, “Syekh, bgmna kabarnya? Sudah jadi direktur nich. Sibuk banget kayaknya”. Aku pun membalas sms tersebut, “Ndak jugga, Ustd. Masih terus berkembang dan mempaerbaiki diri. Ente dimana sekarang?”. Dibalas lagi olehnya, “Di kost. Main atuh hari ini, Ana tunggu ya”. “Oke, jam 4 sore ya”, balasku.

Setelah mengunjungi beberapa perusahaan tugas dari kantor, sepeda motor ku goes??!@eh salah kalau motor ku gas dong, he he he. Menuju daerah timur jakarta dekat sebuah kampus pendidikan. Masih ingat betul letak kostnya. Karena memang waktu kuliah beberapa kali berkunjung kesana. Motor kuparkir, mesinnya segera berhenti seiring kunci kuputar ke arah off. Pintu masih terkunci, ku genggam HP, mendial nomornya. Tak lama kemudian pintu terbuka. Sambutan khas dari sahabatku, ”Apa kabar syekh?” sambutnya. Tak tahu kenapa ia selalu memanggilku ”syekh” setahuku dulu ketika kuliah kami berdiskusi tentang imam murottal kesukaan kita. Spontan aku menjawab kesukaanku ya Syekh Al Mathrud, dengan bacaannya yang garing sering membuai menuju kesadaran ilahiah. Ya setahuku sejak itu ketika betemu selalu memanggil dengan panggilan syekh. Dan tak mau kalah kupanggil juga sahabatku dengan panggilan Ustad.

Kost yang tak besar. Di ruang depan beberapa komputer bersandar di atas meja. Kost ini juga berfunsi sebagai rental komputer. Yang mendiami kost 5 mahasiawa jurusan bahasa inggris. Tapi ada yang berbeda disana. Hari itu benar-benar sepi. Hanya ada si Ustd. Di kost. Aku penasaran dan bertanya padanya, kemana yang lainnya. Biasanya kost ini selalu ramai dengan canda tawa yang lainnya.

Di luar mulai gelap. Adzan maghrib menyambut. Bersahut lembut masuk ke telinga dan meresap ke hati. ”Kita ke masjid saja ya, sholat maghrib nanti kita teruskan setelah maghrib”, sahabatku mengajak menuju masjid yang tak kauh dari kostnya.

”iya Syekh menyambung pembicaraan tadi, si Hakam, Taufiq, Eko, Widi dan ane, satu-satu sudah mengembara”. Katanya.

Hakam dan Taufiq sudah ke London mendapat scholarship. Setelah lulus S1nya. Widi sudah kerja. Dan Eko memilih mencari tempat kost lainnya. Sekarang tinggal ane dan Widi. Kost pun Desember habis. Trus ente Ustd, mau kemana? Tanyaku.

”Ana mau ke Amerika, Syek awal Januari nanti”, Katanya. ”Benar nih Ustd?”tanyaku penasaran. ”Iya ane dapet scholarship juga disana”

Katanya, sahabat selintingan tinggal antum aja Syekh sekarang. Percakapan masih terus berlanjut. Kami sepakat weekend ini silaturahim ke rumahnya di pandeglang.

Dalam hatiku mengatakan segalanya memang telah berubah. Allah memberikan semua mahluk hidup pada hak dan kewajibanyya. Meraih apa yang manusia usahakan. Allah SWT tidak akan merubah nasib suatu kaum, kecuali kamu itu sendiri yang merubahnya. Dan semuanya telah berjuang pada kapasitasnya masing-masing. Sukses selalu sahabat.

--------------------------------------
Artikel adalah original buatan saya, karena Multiply akan menghapus feature BLOG
maka saya pindahan content Blog Multiply saya ke Blogspot ini.

Source: http://ya2nya2n.multiply.com

Popular posts from this blog

Novel Terbaru Tere Liye Hujan Terbit Januari 2016

Novel Terbaru Andrea Hirata ( Ayah )

Manfaat Kayu Manis Bagi Penderita Diabetes