Toko Buku vs Penikmat Buku?

Apa yang disukai dan dibenci Toko Buku dari Penikmat Buku?  Meskipun keduanya saling memiliki hubungan simbiosis mutualisme profitisme (Istilah baru) namun tetap saja memiliki banyak celah-celah sinisme. Karena Simbiosis Mutualisme Profitisme, maka kata profitisme membawa kesenjangan sosial antara Toko Buku dan Penikmat Buku.

Profitisme bagi toko buku mutlak, untuk menjalankan roda usahanya. Namun bagi Penikmat Buku ini adalah praktek-praktek Kapitalisme. Seorang penikmat buku selalu mengatakan, " Toko Buku menjadi penghambat terdepan mencerdaskan anak bangsa!" Harga buku tinggi tak terbeli sedih :(

Penikmat Buku Berkumpul | Sumber: http://angingmammiri.org

Ada kalanya toko buku berbaik hati alias mengurangi tumpukan stok buku di gudangnya. Bazaaar Sale Diskon gedegedean atau Potongan harga MOnsterrr di buat untuk menarik kembali penikmat buku kembali ke toko buku. "Penikmat Buku kini makin kreatif. MEreka ada knsep swap buku (tukar baca buku) dengan penikmat buku lainnya, mungkin karena mahalnya hargabuku tetapi kalau dibiarkan terus menerus ini berbahaya, menjatuhkan omzet :)" kata Toko buku beralasan mengadakan bazar agar penikmat buku berbagai strata titlr tetap bisa membeli buku. Oh My God pakai strata title segala :D.

Cukup berhasil, namun lagi-lagi penikmat buku berkata, "BUku lama yang didiskon out of date :(". Tapi lumayanlah buat stok otak agar terus terasah :) "Makasih Toko Buku!" kata penikmat buku. 

Tulisan ini bukan untuk memojokkan kedua belah pihak tapi sebagai renungan saja alias pengisi waktu luang :D Jangan diambil hati ya apalagi diambil potongan diskon ya toko buku karena saya adalah pecinta buku wk wkw iw curhat colongan, udah dulu ya!


Baca juga sambungan tulisan ini yang berjudul:  
Apa yang disukai dan dibenci Penikmat Buku dari Toko Buku? (Bersambung....)

Popular posts from this blog

Novel Terbaru Tere Liye Hujan Terbit Januari 2016

Novel Terbaru Andrea Hirata ( Ayah )

Manfaat Kayu Manis Bagi Penderita Diabetes